Perjalanan

Sabar-sabar, Skripsi juga Ujian di Bulan Ramadhan

startup-594126_1920

Tahun ini adalah Ramadhan ke-4 dari tahun pertama semenjak aku memasuki dunia perkuliahan, alhamdulillah bahagia bisa merasakan kembali nikmatnya ngantuk-ngantuk di saat harus bangun sahur juga saat mendengarkan kulsub di masjid. Seperti tahun kemarin, aku berjamaah di Masjid Ahmad Yani dekat rumah untuk shalat tarawih bersama ibu-ibu jamaah yang belom pernah ku kenal sebelumnya. Rasanya tahun ini membahagiakan sekali ketika di masjid sudah tak ada lagi adek-adek yang riuh bermain di saat jamaah dan khotbah berlangsung, mungkin karena mereka sudah beranjak dewasa dan mulai mengerti kapan mereka harus bermain dan kapan ketika mereka harus menghormati kegiatan lain.

Di tahun ke empat ini pula aku sedang bermain dengan file-file yang bikin hati gundah-gulana, resah-gelisah dan tak karuan rasanya. Kenapa bermain? Ah, anggap saja ini memang permainan yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketelitian juga kejelian dalam memainkannya. Penelitian skripsiku telah selesai, data juga sudah diolah dengan sedemikian rupa hingga berakhir pada bab 5. Kini hanya tinggal menunggu revisi dan keajaiban agar dilunakkan hati dosen pembimbing untuk rela memberikan tanda tangan ACC dalam secarik kertas ‘Research Project Consultation Jurnal’ku.

Konsultasi skripsi di bulan Ramadhan mungkin memang sedikit membuat tenaga lebih tercurah karena dalam perjalanan saja aku harus melewati jalur pantura bersama truk-truk besar di terik matahari di siang bolong dengan perut kosong, ketika sampai di kampuspun belum tentu bisa bertemu dengan dosen pembimbing yang kebetulan adalah dekan fakultas dengan kesibukan yang kadang tak bisa diganggu gugat itu. Memang harus sabar menunggu ketidakpastian ini, namun tetap harus legowo karena walau bagaimanapun dosen pembimbing mempunyai hak untuk melakukan aktivitasnya. Kadang, hasil dari menunggu lama di ruang tunggu di sebelah kantor dosbing sia-sia belaka karena dosen tak kunjung datang, pernah juga sudah menanti lama akhirnya bertemu dosen yang bersangkutan namun skripsi belum kunjung di revisi, alamak sedih sekali diriku ini.

Sekitar lebih dari satu minggu yang lalu aku berniat konsultasi untuk yang kedua kalinya, namun lagi-lagi sudah menunggu lama dosen tak terlihat juga dan terpaksa file skripsi ku tinggal di ruangan beliau kemudian aku bergegas pulang. Selang beberapa hari, kucoba untuk kembali untuk menemui beliau kembali namun usaha sia-sia karena skripsi belom sama sekali di koreksi yang berarti aku harus kembali pulang dengan tangan kosong berharap segera di koreksi beliau. Tak hanya diam, beliau dosen pembimbing yang sangat takdim itu sudah ku bujuk-bujuk agar segera mengkoreksi file skripsiku yang sewaktu konsultasi pertama hanya salah beberapa kata/ typo itu namun tak ada hasil juga, beliau berkata “Nunggu dua minggu ya mbak..”

Hari ini belum genap dua minggu namun kembali aku menghadap beliau untuk mengambil file skripsi yang berharap sudah dikoreksi dan bahkan ACC. Lagi-lagi harus menunggu, kurang lebih sekitar dua jam mematung bersama teman-teman di ruang tunggu dan akhirnya yang di harapkan datang juga. Bergegaslah aku menuju ruangan beliau, namun kembali beliau berdalih apakah file skripsiku sudah menginap selama dua minggu di meja kerjanya, ini menyebalkan sekali kenapa harus ada jenjang waktu di antara pengumpulan dan pengambilan file skripsi. Tak mau kalah karena tau file skripsiku sudah terkoreksi, keluarlah rengekan agar dibolehkan mengambil hak yang harusnya sudah berada di tanganku. Lama berbual, akhirnya dosenpun mengalah dan memberikan hak milik yang telah ku perjuangkan, huft lega. Belom ACC, itu artinya aku harus berjuang kembali me-revisi file ternyata adalah  salah di beberapa kata dan tanda baca.

Besok aku kembali lagi untuk berjuang dan selalu bersabar, terlebih lagi ini bulan Ramadhan  yang berkah penuh barokah, semangat harus selalu membara, terlebih lagi untuk Skripsinya :).

 

Tags : #1hari1post #RamadhanMalhikdua
Shella Rizqiea

The author Shella Rizqiea

Ingenue :)

3 Comments

  1. Hahah.. Sabar.. Nanti setelah pake toga, pasti bakal merindukan masa2 ini. Dulu aku sampai harus bongkar pasang 3x, alias mulai dari nol lagi dan lagi dan lagi.
    Ini baru disuruh revisi kan? Kecil!

Leave a Response