no thumb

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah memerdekakan diri 66 tahun silam, merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan. Dimana didalamnya terdapat berjuat-juta hasil laut yang akan pernah habis jika dimanfaatkan oleh para nelayan. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara kepulauan. Berbagai macam hasil tambang tersimpan di dalamnya.

Potens-ipotensi kekayaan alam seperti itu, sejatinya telah dapat merubah status negeri ini dari BERKEMBANG menjadi MAJU. Sebab, tak semua negara mempunyai sumber daya alam sebanyak yang dimiliki Indonesia. Namun yang memiliki tanda tanya besar bagi kita adalah mengapa sampai sekarang negri kita belum juga mampu bangkit dari keterpurukannya? Orang-orang menyebut negri ini “Gemah ripah loh tetapi kenapa masih banyak rakyatnya yang berada dibaeah garis kemiskinan? Dulu para penjajah datang ke Indonesia untuk memanfaatkan segala kelebihan di negri ini. Tapi mengapa setelah merdake, rakyat Indonesia belum juga merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya?.

Untuk menjawab segala pertanyaan yang timbul dalam hati kita, mari sejenak kita tilik fenomena yang terjadi di dunia politik ini. Kita tak jarang mendengar berita carut-marutnya sistem pemerintahan di Indonesia, bobroknya moral para pejabat negara, dan juga kerakusan preman-preman berdasi yang tak pernah puas merampas hakrakyat dan menimbun kakeyaan untuk kepentingan pribadinya.Pendidikan karakter di lembaga-lembaga pendidikan kiranya perlu diperhatikan kembali. Mengingat banyaknya kaum intelek yang tak dapat menggunakan kemampuannya untuk kemaslahatan orang banyak. Sekarang banyak para penegak keadilan yang seharusnya menegakkan keadilan namun harus diadili karena berbuat tidak adil.

Kaum saku tebal masih dapat berkuasa di negri dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini. Yang kaya makin kaya dan berkuasa dan yang miskin makin miskin dan tertindas.Orang-orang yang telah dipercaya oleh rakyat untuk mempertaruhkan nasib mereka, tak dapat menjalankan amanat sebagaimana mestinya. Pemerintahan bukanlah bisnisyang mencari keuntungan dan diawali dengan modal. Tapi merupakan sebuah pengabdian demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.Namun pada kenyataannya, kaum terdidik berlomba-lomba untuk memperebutkan kursi dipemerintahan. Mereka rela berkorban materi sebanyak-banyaknya agar mendapatkan kepercayaan masyarakat. Janji-janji manis mereka ucapkan agar rakyat tertarik dan memilih mereka. Namun setelah mereka duduk di kursi pemerintahan, mereka seakan-akan tak ingat lagi dengan janji-janji meraka. Justru malah sibuk memanfaatkan situasi untuk menghimpun kakayaan, meraup keuntungan setelah mereka mengeluarkan modal untuk mendapatkan posisis di dewan pemerintahan.Ketika perbuatan busuknya mulai tercium oleh para penegak hukum, mereka dengan mudahnya menghilangkan aroma tak sedap itu dari ranah publik. Dengan memberikan terhadap pihak yang berwajib atas hasil yang mereka peroleh, semuanya beres.Dengan melihat fenomena itu, mungkin kita sudah dapat menjawab semua rasa penasaran kita selama ini. Mengapa negri kita yang tercinta ini belum bisa bangun dari tidurnya. Ini semua merupakan sandiwara para petinggi negara di depan rakyat yang kerap kali dibodohi. Rakyat yang tidak tahu menahu dapat dengan mudah mengikuti irama permainan yang mereka mainkan.

Kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa, dapat mengambil pelajaran dari  ini semua. Bagaiman langkah terbaik yang harus kita lakukan agar tidak ada lagi sandiwara di negri ini. Agar tidak ada lagi rakyat yang kecewa karena berulang kali tertipu sehingg mereka merasa tertindas. Mulai dari sekarang persiapkan diri kita untuk meneruskat tongkat estafet yang dibawa para pejuang terdahulu. Dengan terus belajar mengenai apapun dan disertai dengan Akhlaqul Karimah yang telah diajarkan oleh Nabi Agung kita Muhammad SAW, BUKAN HAL MUSTAHIL KALAU Indonesia dapat melebihi keunggulan nagara adi daya Amerika Serikat.

Facebook Comments

Tags : Indonesiapanggung sandiwaraPolitik
Shella Rizqiea

The author Shella Rizqiea

Ingenue :)

Leave a Reply

1 Comment

  1. I blog quite often and I truly thank you for
    your information. This article has truly peaked my interest.
    I am going to bookmark your site and keep checking for new information about once a week.
    I subscribed to your Feed as well.

Leave a Response